Pengenalan
Bijih tembaga merujuk pada istilah umum untuk agregat mineral alami yang mengandung tembaga yang dapat digunakan. Bijih tembaga umumnya merupakan agregat tembaga sulfida atau oksida dan mineral lain, yang bereaksi dengan asam sulfat menghasilkan tembaga sulfat biru-hijau.
Proses Produksi
1. Tahap primary crushing: Bijih tembaga diumpankan secara merata ke vibrating feeder lalu diangkut ke jaw crusher (primary crusher) untuk pemecahan awal. Material pecahan akan dikirim ke tahap selanjutnya.
2. Tahap secondary crushing: Material yang dipecah kasar diangkut oleh belt conveyor ke cone crusher untuk pemecahan lebih lanjut, diikuti oleh vibrating screen yang memisahkan material menjadi ukuran partikel berbeda.
3. Tahap penggilingan: Material yang memenuhi persyaratan ukuran diangkut ke ball mill untuk digiling hingga ukuran partikel yang dibutuhkan untuk proses flotasi.
4. Konfigurasi lini pengolahan bijih tembaga khusus yang dirancang oleh CFTC juga dapat menambahkan flotation machine berdasarkan kebutuhan pelanggan.
| Item | Parameter |
|---|---|
| Nama Proyek | Lini Pemecahan Bijih Tembaga |
| Aplikasi | Produksi agregat |
| Bahan | Bijih Tembaga |
| Ukuran Umpan | ≤ 500-800mm |
| Ukuran Produk Akhir | 0-5, 5-10, 10-20, 20-30, 30-40mm (disesuaikan) |
| Kapasitas | 30-300 TPH |
| Konfigurasi Utama | Vibrating feeder + Jaw crusher + Cone crusher / Impact crusher + Vibrating screen |
| Keunggulan | Konfigurasi fleksibel, ukuran partikel seragam, mudah dioperasikan, investasi rendah |
